Ujian
Nasional 2016 tinggal menghitung bulan. Rasanya belum lama saya mengikuti UN
2015 yang dilaksanakan dengan sistem online, berasa baru kemarin loh :) . Waktu itu mendengar UN CBT EXAM wuiihh agak takut juga sih, soalnya tidak seperti biasanya tahun 2015 kemarin itu adalah tahun pertama diadakan sistem online, namun setelah berjalannya waktu dulu saya sudah terbiasa karena pihak sekolah menyediakan fasilitas yang baik untuk siswanya belajar hingga terbiasa. dan sebenarnya online atau pun tidak itu sama saja adik adik :) jangan takut jangan grogi :) kalian pasti bisa kok :) ( bagi yang UN online ) hehehe :-D
Beberapa bulan lagi UN 2016 akan diselenggarakan. Banyak siswa yang dag
dig dug menjelang UN. bahkan saat saat ini mereka sedang giat giatnya belajar ..benarkan ???
Para guru juga sibuk
menyampaikan materi pada anak didiknya dengan harapan bisa lulus semua dengan hasil yang memuaskan dan bisa mempertahankan atau meningkatkan prestasi sekolahnya.
Ujian
Nasional pada dasarnya bukanlah momok yang menakutkan, terlebih bagi siswa yang
giat belajar dari kelas pertama masuk ke sekolah hingga kelas terakhir.
Soal-soal yang diberikan pun bukan soal dengan materi yang baru, karena soal UN
berdasarkan kisi-kisi. Meski begitu, masih banyak siswa yang takut dan grogi
dalam menghadapi UN. Bayang-bayang tidak lulus bisa menambah siswa makin takut
menghadapi UN. Oleh karena itu, kunci menghadapi UN adalah belajar. yah belajar mulai dipersiapkan dari sekarang !!!
Bagaimana
cara belajar dalam menghadapi UN? Berikut ini adalah 8 tips belajar
untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).
1. Memperbanyak
membaca dan memahami
Kalau
membaca tentu saja harus dilakukan dalam kegiatan belajar. Namun, bukan hanya
membaca saja, tapi juga harus memahami apa yang dibaca. Jangan cuma sekedar
membaca halaman demi halaman, apalagi membaca rumus. Membaca memanglah penting
dalam belajar, tapi lebih penting lagi memahami. Dengan memahami, otomatis
membaca, tapi membaca belum tentu memahami. Perbanyak pemahaman terhadap
kisi-kisi UN. Kalau sekiranya kisi-kisi UN belum juga keluar, bisa lihat
kisi-kisi tahun lalu, kalau kurikulumnya sama, tidak banyak perbedaan
kisi-kisinya. Meski ada kisi-kisi UN, bukan berarti cuma belajar yang ada di
kisi-kisi saja dan yang lain tidak usah dipelajari, melainkan materi lain yang
tidak ada di kisi-kisi juga tidak ada salahnya dipelajari untuk memperkuat
pemahaman.
2.
Memperbanyak berlatih soal
Karena UN
bukanlah ajang untuk menuliskan apa saja yang dipahami selama masa sekolah,
siswa harus memperbanyak berlatih soal. Memperbanyak berlatih soal, apalagi
soal-soal UN, baik soal-soal UN tahun lalu, try out, maupun prediksi soal-soal
UN mendatang dapat berguna untuk membiasakan diri dalam menghadapi soal-soal UN
dan mempunyai gambaran terhadap soal-soal UN. Soal-soal UN punya karakter
tersendiri. Misalnya, UN biologi SMA, biasanya muncul soal gambar tentang
bagian tubuh tertentu lalu ditanyakan fungsi dari organ tersebut. Oleh karena
itu, memperbanyak berlatih soal merupakan hal yang penting dalam kegiatan
belajar untuk menghadapi UN agar lebih terbiasa mengerjakan soal-soal UN.
3. Membuat rangkuman
Karena
materi soal-soal UN bukan cuma materi satu semester saja, belajar dengan banyak
buku tentu sangat repot. Solusinya adalah dengan membuat rangkuman dari
materi-materi tersebut. Membuat rangkuman juga mempermudah dalam belajar. Coba
bandingkan lebih enak mana belajar dengan buku tebal yang penjelasannya terlalu
mendalam atau belajar dengan rangkuman yang dibuat sendiri tapi langsung pada
intinya? Bagaimana kalau malas buat rangkuman? Beli saja buku kecil yang berisi
rangkuman.
4.
Berdiskusi pada teman
Saling tukar
pikiran sesama teman seperjuangan bisa berguna dalam menghadapi UN, bertanya
kalau ada yang susah atau sebaliknya, menjawab pertanyaan dari teman yang
kesusahan. Jika dalam diskusi, kalau belum paham, katakan saja belum paham,
jangan pura-pura bilang paham, nanti rugi sendiri. Ini diskusi tentang materi
UN lho, bukan diskusi tentang siapa mau nyontek siapa atau cari kunci jawaban
(bocoran) UN.
5. Tanya
kepada guru
Kalau ada
kesusahan atau pemahaman yang kurang yakin bisa ditanyakan kepada Bapak/Ibu
guru yang bersangkutan. Kalau ada yang belum paham tapi hanya bisa diam, nanti
rugi sendiri.
6. Gunakan
try out sebaik-baiknya
Jika sekolah
mengadakan try out, jangan gunakan sebagai ajang untuk berlatih menyontek agar
tidak ketahuan. Gunakanlah sebagai simulasi UN. Lakukan seolah-olah sedang
menghadapi UN dan hindari menyontek ke teman. Apalah artinya nilai 100 pada try
out kalau hasil nyontek, pada akhirnya nilai try out juga tidak berpengaruh
terhadap kelulusan. Jadi, gunakan try out untuk mengukur sejauh mana kemampuan
kita. Kalau hasilnya kurang memuaskan, berarti kegiatan belajar harus
ditingkatkan, kalau hasilnya bagus perlu dipertahankan atau kalau bisa
ditingkatkan kegiatan belajarnya untuk hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
7. Jangan
mengandalkan bocoran
Jangan
tergoyah dengan bocoran UN dan menganggap “buat apa belajar, kalo nanti dapet
bocoran”, itu bisa mengurangi semangat belajar. Biar pun banyak teman
seperjuangan yang mau mengandalkan bocoran, jangan hiraukan. Kita masih punya Allah, andalkan Allah, karena Allah sebaik-baik penolong.
8. Berdo’a
Sia-sia bila
usaha tidak diiringi do’a. Ada fenomena menarik di kalangan siswa jelang UN,
banyak siswa yang mendadak dari siswa yang baik, yang sebelumnya nakal, berubah
menjadi pendiam. Ada yang rajin beribadah, seperti solat Dhuha dan sebagainya.
Ada hajat yang ingin diraih oleh siswa, yaitu kelulusan. Hal yang dilakukan
tersebut membuktikan bahwa manusia masih butuh Allah. Namun, di sisi lain ada
yang memikirkan bagaimana cara menyontek agar tidak ketahuan, cara membawa
kunci jawaban (bocoran) UN dan sebagainya. Tidak mungkin kan ada yang berdo’a
“Ya Allah semoga nyonteknya sukses, nggak ketahuan”?
heheheh.... cukup itu mungkin yang bisa saya share ke temen temen , adik adik :) semoga bermanfaat yaaa...?
jangan lupa berdo'a , belajar, dan minta do'a restu sama orang tua :)
GOODLUCK guys.... !! mangatttssss
created by : iin septiani :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar