Sekecil apapun langkah kedepan adalah awal dari sebuah langkah besar menuju sukses. Yang berhak menggerakkan dirimu untuk maju adalah dirimu sendiri, orang lain hanya memotivasi. Berani melangkah kedepan yang penuh resiko adalah sifat seorang yang ingin maju dan menantang dunia. Dengan membuka diri dan pikiran maka akan lebih mudah bagimu untuk melangkah maju.
PERCAYALAH secuil teguran akan membentuk anda menjadi pribadi sukses. Karena dengan teguran, pribadi kokoh dan tangguh dapat terbentuk. Ada kekuatan dalam cinta. Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat. Karena ia bisa mengalahkan ego yang membara. Keberanian itu adalah saat kita mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras. Bukan langit namanya jika tak pernah ada mendung yang berarak. Bukan kekasih namanya jika tak pernah rindu manakala tak bertemu.
SAHABAT jadilah engkau sebaik baiknya sahabat yang terus hadir setiap saat dibutuhkan, bukan yang hadir hanya saat ada kebutuhan. Selalu bersyukur kepada Allah. Hidup ini bukan hanya tentang bisa tetap berdiri, namun tetap bangun disaat kamu jatuh. Kegelisahan adalah pemberitahuan tentang adanya kebaikan yang kau tunda. Allah memberi kita kesabaran untuk bertahan apa yang tidak dapat diubah, dan keberanian untuk mengubah, apa yang bisa diubah. Dan kebijaksaan untuk membedakan antara keduanya.
MIMPI pintar tidak akan membuatmu meraih gelar, mimpi kaya tidak membuatmu berharta. Tapi belajar dan bekerja, kita bisa raih semua. Jika kamu percaya mampu meraih impianmu, maka teruslah berusaha. Keberhasilan itu akan memberimu kebahagiaan tak ternilai. Sukses bagaikan bayangan, semakin dikejar semakin menjauh. Jadi, abaikan dan jalani hidup apa adanya dalam berusaha terus berjuang. Niscaya sukses akan mengikutimu. Pandanglah sesuatu dari sudut pandang orang lain, jika itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin itu juga menyakiti orang lain. Jika mendapatkan masalah, solusinya sederhana. Nikmati, hayati, hadapi.
HAKEKAT belajar bukan sekedar tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Beranilah mengambil resiko, apapun itu. Karena; "Kemarin adalah perjuangan. Hari ini meraih kemenangan. Dan esok selalu penuh harapan." Santun adalah indah, dan diam adalah keselamatan maka jika engkau berbicara hendaknya jangan berlebihan. Gunakan senyum anda untuk mengubah dunia ini, jangan biarkan dunia ini merubah senyum anda. Jika kau masih ragu dalam bertindak. Ingat bahwa; "Orang yang bodoh tapi yakin, akan mengalahkan orang pintar tapi peragu."
@ Allah Karim yaa Salaam
Rabu, 02 Maret 2016
Rabu, 27 Januari 2016
Saat HARAPAN tidak sesuai dengan KENYATAAN

Kehidupan selalu mengalir seperti sungai diantara 2 tepian. Alirannya mengalir begitu deras melewati bebatuan terjal dan air terjun yang bergelora. Lalu sang sungai perlahan- lahan melebar dan meluas, hingga tepiannya semakin menjauh serta air yang mengalir lebih tenang dan akhirnya menuju ke lautan yang luas.
Itulah
perjalanan hidup kita. Rangkaian kegagalan dan kesuksesan, penderitaan
dan kebahagiaan. Semuanya selalu mengalir beriringan dan merupakan
rangkaian peristiwa dalam setiap episode kehidupan yang terus mengalir,
sampai akhirnya bertemu dengan muara kehidupan (menghadap Allah swt).
Dalam
menempuh perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah luput dari
kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya silih
berganti bagaikan roda kehidupan yang selalu berputar, kadang berada di
atas dan kadang di bawah. Namun jika kita menjalani hidup ini dengan
penuh keikhlasan, kesabaran dan penuh rasa syukur, maka kita tidak akan
pernah mengalami SAAT DI BAWAH, karena kita akan tetap merasa senang dan
nyaman dimanapun posisi kita berada.
Jalanilah
hidup ini seperti air yang terus mengalir melewati bebatuan yang terjal
dan mengarungi air terjun yang bergelora. Tidak selamanya kemenangan
itu indah dan tidak selamanya pula kekalahan itu menyedihkan. Saat kita
menang, namun kemenangan itu justru membawa kita pada kesombongan. Maka
sesungguhnya kita berada dalam KEKALAHAN YANG LUAR BIASA. Begitu pula
sebaliknya, saat kita sedang kalah namun kita mempunyai semangat yang
tinggi untuk bangkit, maka pada saat itu pula kita telah menjadi
PEMENANG YANG SEBENARNYA.
Banyak
hal yang kelihatan begitu indah dan semuanya telah kita rencanakan.
Namun kadang rencana itu sama sekali tidak ada yang terwujud. “Saat
HARAPAN tidak sesuai dengan KENYATAAN”. Karena Allah tahu, bahwa itu
bukanlah yang terbaik untuk kita, kemudian Ia mengganti rencana kita
dengan rencanaNya yang jauh lebih sempurna. Allah pun berfirman: Boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah 216).
Kita
pun akan tersenyum dan menyadari, bahwa ternyata kegagalan dan
kesalahan yang pernah kita lakukan pada masa lalu menjadi mutiara
pelajaran yang sangat berharga sebagai bekal dalam mengarungi masa
depan. Adanya kegagalan dan cobaan yang menghadang bukan untuk membuat
kita berpaling dariNya. Namun untuk lebih mendekatkan diri kita
kepadaNya. Karena Allah rindu dengan doa orang- orang yang beriman.
Rosulullah pun bersabda: Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji
agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR.
Al-Baihaqi).
Adanya
rasa khawatir dan cemas bukan untuk membuat kita menjadi orang- orang
yang penakut dan mudah menyerah, tapi untuk membuat kita menjadi orang-
orang yang selalu SIAP dan WASPADA dengan perbuatan yang akan kita
lakukan. Hidup adalah anugrah terindah. Sungguh begitu banyak waktu yang terbuang apabila kita hanya mengeluh, bersedih, dan larut dalam keterpurukan. “After a storm comes a calm”.
Badai pastilah berlalu, Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada
kemudahan atau jalan keluar yang begitu dekat. Allah pun berfirman: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6).
“Janganlah
kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal
kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-
orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran: 139).
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada
berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Q.S Yusuf:
87)
Oleh
sebab itu, apapun yang terjadi kita harus yakin bahwa itu hanyalah
salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu
BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan
mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat
dimana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’, dan akan tiba pula
saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan.
Marilah
kita terus berbenah dan berbenah untuk mempersembahkan apa yang TERBAIK
dalam hidup ini. Dengan kemuliaan hati dan semangat pantang menyerah,
dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Selama Allah tetap menjadi
“JUST THE ONE GOAL”, maka kita pasti akan selalu berada dalam ketenangan
dan kebahagiaan. Seperti doa yang sering kita panjatkan, “Bahagia Dunia
Akhirat”.
Lantas,
Bagaimana dengan Anda..? Masihkah Anda meratapi setiap cobaan yang
Allah berikan..? Dan sudahkah Anda bangkit dari keterpurukan setelah
Anda gagal melakukan Apa yang terbaik dalam hidup ini.? “Hai
orang- orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang
yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal (Q.S At Taubah: 129)
Arti Sebuah Kesabaran yang Sebenarnya
Kembali membuka tirai kehidupan yang sebenanya. Berusaha memperjelas pandangan yang masih kabur dalam kehidupan. Mencoba memahami hari demi hari yang telah terlewati. Menggali misteri- misteri yg masih terpendam, serta mengeluarkannya dalam bentuk serpihan- serpihan ilmu agar mudah dipahami.
“Kesabaran..” Ya. Sebuah kata yang sering kali kita ucapkan. Kata yang menjadi penghibur hati, saat deburan masalah dan cobaan menghampiri. Sebuah kata yang menjadi penenang jiwa, saat gundah gulana melanda. Namun, tahukah Anda arti “Kesabaran yang Sebenarnya.?”
Banyak teman kita yang tidak merasakan kebahagiaan dalam menjalani hidup ini karena kurangnya rasa syukur dan sabar. Padahal, suatu kebahagiaan dibangun dengan 2 landasan, yaitu syukur dan sabar. Sabar bukanlah diam tanpa kata. Sabar bukanlah diam menunggu berlalunya sesuatu. Dan sabar bukanlah sikap pasrah dalam menghadapi sesuatu.
Namun “Kesabaran yang Sebenarnya” adalah: sifat itiqomah, disertai keimanan dan ketaqwaan saat menjalani rangkaian cobaan dalam mahligai kehidupan, baik itu kesedihan maupun kebahagiaan. Banyak orang yang belum memahami arti sebuah ‘Kesabaran yang Sebenarnya’, sehingga mereka mengatakan: “Kesabaran itu ada batasnya”. Padahal sabar itu tanpa batas. Kesabaran akan terus bertambah seiring dengan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.
Hal ini pernah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw. Disaat beliau berjuang menyebarkan agama islam dengan kelembutan hatinya, banyak orang- orang kafir yang memusuhinya. Nabi Muhammad diancam, dicaci, diludahi, bahkan dilempar dengan kotoran sekalipun. Namun beliau tetap tersenyum dan tidak menaruh dendam sedikitpun, sehingga ia mendapatkan gelar ‘Ulul Azmi’, karena mempunyai tingkat kesabaran dan ketabahan yang luar biasa.
Bagaimana dengan keadaan kita sekarang..? Saat segelintir cobaan menerpa, kita langsung mengeluh dan putus asa. Padahal, tahukah Anda.? Bahwa cobaan yang kita hadapi ini belum ada apa- apanya, karena sesungguhnya cobaan dan ujian terberat dialami oleh para Nabi dan Rosul.
Sa'ad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?" Nabi saw menjawab: "Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Jika agamanya tipis (lemah) dia diuji dengan ringan dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus- menerus hingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa- dosa”. (HR. Bukhari)
Rosulullah pun bersabda: “Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu, dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan”. (HR. Tirmidzi)
Allah juga berfirman dalam Q.S Al Anfaal: 66, “Jika ada diantaramu 100 orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang; dan jika diantaramu ada 1000 orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan 2000 orang, dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang- orang yang sabar”.
Allah bahkan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada orang- orang yang sabar dalam firmannya: "Salamun 'alaikum bima shabartum" (Selamat atasmu karena kesabaranmu), maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (Q.S Ar Ra’d: 24). Sabar telah menjadi kunci kesuksesan dalam mengarungi deburan ombak kehidupan. Karena sabar menjadi senjata kita untuk meraih datangnya pertolongan Allah swt.
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). Bagaimana dengan Anda..??
Masihkah Anda mengatakan bahwa ‘Kesabaran itu ada batasnya.?’ Dan sudahkah Anda menjadi manusia- manusia tangguh yang mempunyai ‘Kesabaran yang Sebenarnya..? Waktu masih panjang, dan jalan yang harus ditempuh masih jauh. Jadi masih ada waktu untuk berbenah diri, dan mencari serta melakukan apa yang terbaik di Dunia ini, ‘hidup ini tidak hanya sekali’. Maka janganlah kita menyesal di kemudian hari. Amiin…
semoga bermanfaat temann,,,, :)
Surat dari Jodohmu
Tanpa penjajakan yang saat ini sedang marak orang lain lakukan. Cukuplah
aku mengenalmu melalui ustadz, keluarga, ataupun lingkungan dakwah yang
kita lalui bersama. Sejatinya aku tak akan pernah bisa mengenalmu,
karena pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan.
Pernikahan bukanlah akhir tujuan perkenalan, namun awal sesungguhnya
dari perkenalan. Aku memang tak mengenalmu, namun aku akan berusaha
mengenalmu semampuku, setelah kita telah dinyatakan halal untuk saling
mengenal.
Aku ingin melamarmu dengan sempurna
Tanpa pertukaran cincin terlebih dahulu seperti yang orang lain bilang tunangan. Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu. Hingga tercipta keharmonisan awal yang sejatinya tercipta karena menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun di jalan dakwah yang akan ku jalani denganmu, aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita pakai bersama.
Aku ingin menikahimu dengan sempurna
Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, beberapa kolega, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta karena telah sah-nya untuk menjalani biduk rumah tangga. Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari pernikahan kita nantinya. Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju ridha-Nya.
Aku ingin mencintaimu dengan sempurna
Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka. Cukuplah rayuan dan candaan ringan untuk menghiasi pernikahan kita. Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk selalu menyenangkanmu, namun aku tahu bagaimana memposisikan kedudukanmu. Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu haus akan sanjung puja, bukan pula berada di bawah kaki untuk diinjak dan dihina. Kau adalah tulang rusuk kiriku, dekat dihatiku untuk selalu kucinta. Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya. Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.
Aku ingin hidup bersamamu dengan sempurna
Tanpa banyak terpengaruh hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua. Cukuplah atas nama Allah segala tingkah polah kita, disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita. Aku memang tak bisa membuatmu bahagia selalu, namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaanmu. Aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.
Aku ingin memperoleh keturunan darimu dengan sempurna
Tanpa ego yang menaungi diri masing-masing, kita berdua membicarakan persetujuan dalam perencanaan. Cukuplah kita berdua yang tahu akan keinginan dan kemampuan kita. Melaluimu, terlahirlah para jundi kecil pelengkap hidup kita. Yang menjadikanku pondasi bangunan pemikiran mereka, serta menjadikanmu madrasah berilmu yang tak ada habis-habisnya. Kita ciptakan generasi terbaik bangsa yang kan mengukir sejarah peradaban, setidaknya yang kan mampu membuat kita bangga, karena telah memiliki penerus dakwah seperti mereka.
Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.
Iin Septiani
sumber:
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
http://www.dudung.net
Aku ingin melamarmu dengan sempurna
Tanpa pertukaran cincin terlebih dahulu seperti yang orang lain bilang tunangan. Cukuplah aku mengenalkan diri dan keluargaku pada keluargamu. Hingga tercipta keharmonisan awal yang sejatinya tercipta karena menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tak sanggup memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun di jalan dakwah yang akan ku jalani denganmu, aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita pakai bersama.
Aku ingin menikahimu dengan sempurna
Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, beberapa kolega, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri dalam haru yang tercipta karena telah sah-nya untuk menjalani biduk rumah tangga. Aku memang tak mampu untuk memberikan kebahagiaan berlimpah di hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari pernikahan kita nantinya. Sejatinya pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju ridha-Nya.
Aku ingin mencintaimu dengan sempurna
Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka. Cukuplah rayuan dan candaan ringan untuk menghiasi pernikahan kita. Aku memang tak pandai merangkai kata romantis untuk selalu menyenangkanmu, namun aku tahu bagaimana memposisikan kedudukanmu. Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu haus akan sanjung puja, bukan pula berada di bawah kaki untuk diinjak dan dihina. Kau adalah tulang rusuk kiriku, dekat dihatiku untuk selalu kucinta. Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya. Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.
Aku ingin hidup bersamamu dengan sempurna
Tanpa banyak terpengaruh hal-hal yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua. Cukuplah atas nama Allah segala tingkah polah kita, disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadits pengiring liku hidup kita. Aku memang tak bisa membuatmu bahagia selalu, namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana dan kondisi perasaanmu. Aku ingin menyediakan pundak dalam kesedihanmu, menjadi obat penenang dalam kegundahanmu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.
Aku ingin memperoleh keturunan darimu dengan sempurna
Tanpa ego yang menaungi diri masing-masing, kita berdua membicarakan persetujuan dalam perencanaan. Cukuplah kita berdua yang tahu akan keinginan dan kemampuan kita. Melaluimu, terlahirlah para jundi kecil pelengkap hidup kita. Yang menjadikanku pondasi bangunan pemikiran mereka, serta menjadikanmu madrasah berilmu yang tak ada habis-habisnya. Kita ciptakan generasi terbaik bangsa yang kan mengukir sejarah peradaban, setidaknya yang kan mampu membuat kita bangga, karena telah memiliki penerus dakwah seperti mereka.
Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita terlihat sempurna, meski hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.
Iin Septiani
sumber:
RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF
http://www.dudung.net
KASTA PERTEMANAN
Alih Bahasa: Roni Nuryusmansyah
Dari kitab: Shuwarun Khowaathiru, karya Syaikh ‘Ali ath-Thonthowy
Ambillah sebuah pena dan kertas, lalu berusahalah menulis semua nama teman-temanmu, wahai remaja.
Kemudian, bagilah mereka ke dalam beberapa kelompok.; kamu akan mengetahui siapa dari mereka yang bukan teman sejatimu.
Ada juga dari mereka teman yang kamu temui tiap harinya, baik di dalam mobil ataupun di dalam bus, yang memberimu salam dan kamupun memberinya salam.
Ada juga dari mereka teman kerjamu yang dapat kamu lihat mejanya terletak tepat di samping mejamu.
Apabila kamu menginginkan keadaan yang dapat mengumpulkan pertemanan yang baik dan perbuatan yang dapat memperbaiki semua urusanmu, maka tulislah semua nama teman-temanmu.
Lalu lihatlah setiap orang dari mereka:
Apakah dia baik terhadap dirinya atau tidak?
Apakah dia tulus terhadap teman-temannya atau dia hanya mementingkan dirinya sendiri?
Apakah dia membuat siapa yang berada di dekatnya menjadi senang atau dia malah suka mengganggu?
Jika kamu telah melakukan hal tersebut, maka kamu akan mendapati teman-temanmu bermacam-macam:
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang gemar sholat, berpuasa, dan dia memiliki sifat-sifat orang yang bertakwa dan orang yang sholeh. Namun, dia menjadikan semua itu sebagai tangga untuk meraih dunia dan sebagai jaring untuk meraih harta. Maka kamu akan mengetahui bahwa hakikatnya dia mendustakan apa yang dia tampakkan. Apabila dia berjanji denganmu, dia akan mengkhianatimu. Apabila dia bermuamalah denganmu, maka dia akan menipumu.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang baik pergaulannya dan dapat dipercaya. Akan tetapi dia tidak sholat, dia tidak berpuasa, dan dia pun tidak memiliki apa-apa dari agamanya melainkan hanya sekedar nama. Maka ketahuilah, ia hanya akan merusak agamamu!
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang sholeh dan gemar beribadah. Ia juga teman bergaul yang dapat dipercaya. Namun dia adalah budak syahwat. Tidaklah dia berucap melainkan mengenai syahwat. Maka ia hanya akan mengganggumu dan membuang kecintaanmu sehingga padam tak berbekas.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang baik terhadap dirinya sendiri dan terpercaya dalam pergaulannya. Akan tetapi dia tidak bermanfaat untuk temannya dan dia tidak gemar menolong orang lain.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang suka membantu dan memudahkan urusan temannya. Namun dia tidak peduli pertolongan tersebut dia berikan dengan mengorbankan agamanya. Dia mengkhianati amanatnya lantaran hal tersebut. Sehingga dia akan menarik tanganmu dan membawamu bersamanya ke dalam neraka Jahannam.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang taat beragama, gemar menolong teman-temannya dan menjaga batasan-batasan Allah Ta’ala. Akan tetapi dia tidak mengetahui cara bergaul yang baik.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang bodoh dan suka berbuat jelek.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang memuliakanmu nasabmu dan pekerjaanmu. Maka dia akan menjadikanmu perhiasan di dalam hidupnya, atau alat untuk masa depannya. Kamu di sisinya tidak lain hanyalah sebuah perhiasan dinding.
- Kamu mengenalnya sebagai teman yang sholeh, terpercaya dalam pergaulannya, jujur dalam berkata, bermanfaat untuk temannya, dan membahagiakan orang di sekitarnya. Maka pilihlah ia!
Ringkasnya, teman itu terbagi menjadi lima;
Ada teman seperti udara, kita tidak pernah merasa cukup bersamanya dan selalu membutuhkannya.Ada teman seperti makanan, kita tidak dapat hidup dengannya. Terkadang rasanya enak namun adakalanya sulit dicerna.
Ada teman seperti obat yang pahit dan tidak enak, namun kita harus bersamanya dalam beberapa keadaan.
Ada teman seperti khamr (minuman keras), lezat meminumnya namun dia merusak kesehatan dan kehormatan.
Dan ada teman seperti penyakit.
Adapun teman yang seperti udara, maka dia bermanfaat bagi agama dan duniamu.
Adapun teman yang seperti makanan, maka dia bermanfaat bagi agama dan duniamu. Namun terkadang dia menyakiti hatimu dengan kekasarannya dan kejelekan tingkah lakunya.
Adapun teman yang seperti obat, maka kamu membutuhkannya dan dia bermanfaat bagimu. Meskipun begitu, kamu tidak meridhoi agamanya dan pertemananmu dengannya membuatmu merasa tidak nyaman.
Adapun teman yang seperti khamr, maka dia memberikanmu berbagai kenikmatan dan semua hal yang kamu sukai. Akan tetapi, dia merusak akhlakmu dan membinasakan akhiratmu.
Adapun teman yang seperti penyakit, maka dia tidak memberikan secuil manfaat pun darimu baik untuk dunia maupun agamamu. Dia tidak membuatmu senang tatkala bergaul bersamanya maupun berbicara dengannya.
Wajib bagimu untuk menjadikan agama sebagai tolak ukur dan ridho Allah sebagai timbangan.
Maka siapapun yang bermanfaat untuk agamamu, berpegang teguhlah dengannya, melainkan jika dia bukan termasuk orang yang berteman denganmu.
Dan siapapun yang tidak membuatmu senang, maka jauhilah dia, kecuali jika kamu terpaksa berteman dengannya. Karena ini perkara yang darurat, maka bertemanlah dengannya tanpa melampaui batas.
Adapun teman yang tidak membahayakan agamamu dan juga tidak memberikan manfaat untuk duniamu, namun dia cerdas dan menyenangkan, maka cukuplah untukmu menikmati kecerdasannya. Jangan sampai pertemananmu bersamanya mencegahmu dari kewajiban dan mengajakmu berjalan bersamanya menuju kelalaian dan dosa.
Penulis : Roni Nuryusmansyah
iinseptiani : semoga bermanfaat.
Rabu, 20 Januari 2016
HIJAB DAN AKHLAK DUA HAL YANG BERBEDA
Hijab dan akhlak itu dua hal yg berbeda | Hijab adalah suatu kewajiban
layaknya sholat 5 waktu, puasa, dan zakat, tidak memandang orang itu
baik atau buruk | Namun akhlak merupakan perangai/perilaku seseorang yg
bergantung sekali dengan keadaan hati (iman). Sedangkan iman manusia itu
naik turun (tdk stabil), bergantung pada ketaatan dan kemaksiatan yg ia
lakukan.
.
Apabila ada orang yg memperdebatkan hijab dengan akhlak, sesungguhnya hijab itu wajib, dan akhlak itu dibentuk seumur hidup | Karna sejatinya, hidup merupakan proses belajar.
.
Jika ada yg berhijab namun belum berakhlak mulia, bukan hijabnya yg salah, namun akhlaklah yg perlu dibenahi | Bukan benahi hati dulu baru berhijab, namun berhijablah maka secara tidak langsung hatimu pun terbenahi.
.
Bukankah berhijab merupakan langkah awal dr akhlak mulia? Bukankah dengan berhijab secara otomatis akan 'menjaga' kita dr hal-hal yg dibenci-Nya?
Bukankah dgn berhijab itu brrt kita menyelamatkan org lain, diri kita serta keluarga dr siksa api neraka?
Dan bukankah dgn berhijab, Allah lah yg akan menyeleksi orang2 baik utk bersama kita?
.
Semua inti keistiqomahan dlm melaksanakan ketaatan (ibadah) itu terletak pd niat dan didukung oleh lingkungan | Di saat kau ingin hijrah di jalan-Nya dgn berharap ridha-Nya semata, bersamaan dgn ikhtiar dan doa, in syaa Allah semua proses hijrahmu yg mgkn kadangkala diterpa ujian, akan terjalani dgn baik.
.
Hijrah memang butuh proses dan Proses butuh waktu. Maka, lakukanlah sekarang sebelum waktu itu habis.
"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi" (QS.Al-Fajr:14)
.
"wanita berhijab itu belum tentu sholehah, tapi wanita sholehah pasti berhijab. Oleh karna itu kita harus jadi wanita sholehah. Kita sama2 hijab fisik dulu, kemudian kondisikan hati pelan2"-
.
Bukankah,
"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah"-HR.Muslim
.
So, Let's move on together and recharge our imaan everytime,everywhere! ^^
CREATED BY IIN SEPTIANI . *timelineSemangatKarenaAllah
.
Apabila ada orang yg memperdebatkan hijab dengan akhlak, sesungguhnya hijab itu wajib, dan akhlak itu dibentuk seumur hidup | Karna sejatinya, hidup merupakan proses belajar.
.
Jika ada yg berhijab namun belum berakhlak mulia, bukan hijabnya yg salah, namun akhlaklah yg perlu dibenahi | Bukan benahi hati dulu baru berhijab, namun berhijablah maka secara tidak langsung hatimu pun terbenahi.
.
Bukankah berhijab merupakan langkah awal dr akhlak mulia? Bukankah dengan berhijab secara otomatis akan 'menjaga' kita dr hal-hal yg dibenci-Nya?
Bukankah dgn berhijab itu brrt kita menyelamatkan org lain, diri kita serta keluarga dr siksa api neraka?
Dan bukankah dgn berhijab, Allah lah yg akan menyeleksi orang2 baik utk bersama kita?
.
Semua inti keistiqomahan dlm melaksanakan ketaatan (ibadah) itu terletak pd niat dan didukung oleh lingkungan | Di saat kau ingin hijrah di jalan-Nya dgn berharap ridha-Nya semata, bersamaan dgn ikhtiar dan doa, in syaa Allah semua proses hijrahmu yg mgkn kadangkala diterpa ujian, akan terjalani dgn baik.
.
Hijrah memang butuh proses dan Proses butuh waktu. Maka, lakukanlah sekarang sebelum waktu itu habis.
"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi" (QS.Al-Fajr:14)
.
"wanita berhijab itu belum tentu sholehah, tapi wanita sholehah pasti berhijab. Oleh karna itu kita harus jadi wanita sholehah. Kita sama2 hijab fisik dulu, kemudian kondisikan hati pelan2"-
.
Bukankah,
"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah"-HR.Muslim
.
So, Let's move on together and recharge our imaan everytime,everywhere! ^^
CREATED BY IIN SEPTIANI . *timelineSemangatKarenaAllah
Jumat, 08 Januari 2016
SANG PEMILIK HATI
Dulu aku pernah memintamu untuk
tetap memilihku dihidupmu. Merengek agar kau tetap dihidupku, menangis agar kau
tetap berada disisiku. Mempertahankanku melanjutkan cerita kita.berharap cerita
berakhir Indah danrestu sang kuasa.
Bermimpi mewujudkan harapan. Yang
pernah kita perbincangkan dikesunyian malam atau lelucon dikeramaian yang
pernah kita lontarkan. Tapi kau memilih pergi dengan dia yang baru daripada
mempertahankanku...perih
Ku coba mengobati lukaku sendiri
hingga hari terus berrlalu pergi. Tak pernah ku menyalahkan dia, dia atau CINTA. Mungkin caraku yang salah memaknai
Cinta,menjalani cinta dan mengharapkan cinta. Hingga ku harus merasakan kecewa,
dan luka.
Terkadang dalam derasnya waktu,
adakalanya aku mampir dimasa lalu. Mengenang cerita hidup yang berliku dan atas
perjalanan yang mendidikku. Adakalanya aku berterimakasih atas hal yang dulu
seperti menghancurkanku. Bersyukur atas kepahitan yang memanduku mendekat pada
Rabbiku.
Dan kini ku sendiri... mendayu
dan merayu pada sang PEMILIK HATI . menyemogakan seorang imam yang bisa
membimbingku merajut asa di jalanNya....
Ucapkan salam pada masa depan,
yang semoga diberi keberkahan. Dan mari kita berjanji bertemu di titik
terindah, yaitu SURGANYA ALLAH ....
Amiiiiiin ..
Kamis, 07 Januari 2016
8 Tips Belajar untuk Menghadapi Ujian Nasional (UN)
Ujian
Nasional 2016 tinggal menghitung bulan. Rasanya belum lama saya mengikuti UN
2015 yang dilaksanakan dengan sistem online, berasa baru kemarin loh :) . Waktu itu mendengar UN CBT EXAM wuiihh agak takut juga sih, soalnya tidak seperti biasanya tahun 2015 kemarin itu adalah tahun pertama diadakan sistem online, namun setelah berjalannya waktu dulu saya sudah terbiasa karena pihak sekolah menyediakan fasilitas yang baik untuk siswanya belajar hingga terbiasa. dan sebenarnya online atau pun tidak itu sama saja adik adik :) jangan takut jangan grogi :) kalian pasti bisa kok :) ( bagi yang UN online ) hehehe :-D
Beberapa bulan lagi UN 2016 akan diselenggarakan. Banyak siswa yang dag
dig dug menjelang UN. bahkan saat saat ini mereka sedang giat giatnya belajar ..benarkan ???
Para guru juga sibuk
menyampaikan materi pada anak didiknya dengan harapan bisa lulus semua dengan hasil yang memuaskan dan bisa mempertahankan atau meningkatkan prestasi sekolahnya.
Ujian
Nasional pada dasarnya bukanlah momok yang menakutkan, terlebih bagi siswa yang
giat belajar dari kelas pertama masuk ke sekolah hingga kelas terakhir.
Soal-soal yang diberikan pun bukan soal dengan materi yang baru, karena soal UN
berdasarkan kisi-kisi. Meski begitu, masih banyak siswa yang takut dan grogi
dalam menghadapi UN. Bayang-bayang tidak lulus bisa menambah siswa makin takut
menghadapi UN. Oleh karena itu, kunci menghadapi UN adalah belajar. yah belajar mulai dipersiapkan dari sekarang !!!
Bagaimana
cara belajar dalam menghadapi UN? Berikut ini adalah 8 tips belajar
untuk menghadapi Ujian Nasional (UN).
1. Memperbanyak
membaca dan memahami
Kalau
membaca tentu saja harus dilakukan dalam kegiatan belajar. Namun, bukan hanya
membaca saja, tapi juga harus memahami apa yang dibaca. Jangan cuma sekedar
membaca halaman demi halaman, apalagi membaca rumus. Membaca memanglah penting
dalam belajar, tapi lebih penting lagi memahami. Dengan memahami, otomatis
membaca, tapi membaca belum tentu memahami. Perbanyak pemahaman terhadap
kisi-kisi UN. Kalau sekiranya kisi-kisi UN belum juga keluar, bisa lihat
kisi-kisi tahun lalu, kalau kurikulumnya sama, tidak banyak perbedaan
kisi-kisinya. Meski ada kisi-kisi UN, bukan berarti cuma belajar yang ada di
kisi-kisi saja dan yang lain tidak usah dipelajari, melainkan materi lain yang
tidak ada di kisi-kisi juga tidak ada salahnya dipelajari untuk memperkuat
pemahaman.
2.
Memperbanyak berlatih soal
Karena UN
bukanlah ajang untuk menuliskan apa saja yang dipahami selama masa sekolah,
siswa harus memperbanyak berlatih soal. Memperbanyak berlatih soal, apalagi
soal-soal UN, baik soal-soal UN tahun lalu, try out, maupun prediksi soal-soal
UN mendatang dapat berguna untuk membiasakan diri dalam menghadapi soal-soal UN
dan mempunyai gambaran terhadap soal-soal UN. Soal-soal UN punya karakter
tersendiri. Misalnya, UN biologi SMA, biasanya muncul soal gambar tentang
bagian tubuh tertentu lalu ditanyakan fungsi dari organ tersebut. Oleh karena
itu, memperbanyak berlatih soal merupakan hal yang penting dalam kegiatan
belajar untuk menghadapi UN agar lebih terbiasa mengerjakan soal-soal UN.
3. Membuat rangkuman
Karena
materi soal-soal UN bukan cuma materi satu semester saja, belajar dengan banyak
buku tentu sangat repot. Solusinya adalah dengan membuat rangkuman dari
materi-materi tersebut. Membuat rangkuman juga mempermudah dalam belajar. Coba
bandingkan lebih enak mana belajar dengan buku tebal yang penjelasannya terlalu
mendalam atau belajar dengan rangkuman yang dibuat sendiri tapi langsung pada
intinya? Bagaimana kalau malas buat rangkuman? Beli saja buku kecil yang berisi
rangkuman.
4.
Berdiskusi pada teman
Saling tukar
pikiran sesama teman seperjuangan bisa berguna dalam menghadapi UN, bertanya
kalau ada yang susah atau sebaliknya, menjawab pertanyaan dari teman yang
kesusahan. Jika dalam diskusi, kalau belum paham, katakan saja belum paham,
jangan pura-pura bilang paham, nanti rugi sendiri. Ini diskusi tentang materi
UN lho, bukan diskusi tentang siapa mau nyontek siapa atau cari kunci jawaban
(bocoran) UN.
5. Tanya
kepada guru
Kalau ada
kesusahan atau pemahaman yang kurang yakin bisa ditanyakan kepada Bapak/Ibu
guru yang bersangkutan. Kalau ada yang belum paham tapi hanya bisa diam, nanti
rugi sendiri.
6. Gunakan
try out sebaik-baiknya
Jika sekolah
mengadakan try out, jangan gunakan sebagai ajang untuk berlatih menyontek agar
tidak ketahuan. Gunakanlah sebagai simulasi UN. Lakukan seolah-olah sedang
menghadapi UN dan hindari menyontek ke teman. Apalah artinya nilai 100 pada try
out kalau hasil nyontek, pada akhirnya nilai try out juga tidak berpengaruh
terhadap kelulusan. Jadi, gunakan try out untuk mengukur sejauh mana kemampuan
kita. Kalau hasilnya kurang memuaskan, berarti kegiatan belajar harus
ditingkatkan, kalau hasilnya bagus perlu dipertahankan atau kalau bisa
ditingkatkan kegiatan belajarnya untuk hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
7. Jangan
mengandalkan bocoran
Jangan
tergoyah dengan bocoran UN dan menganggap “buat apa belajar, kalo nanti dapet
bocoran”, itu bisa mengurangi semangat belajar. Biar pun banyak teman
seperjuangan yang mau mengandalkan bocoran, jangan hiraukan. Kita masih punya Allah, andalkan Allah, karena Allah sebaik-baik penolong.
8. Berdo’a
Sia-sia bila
usaha tidak diiringi do’a. Ada fenomena menarik di kalangan siswa jelang UN,
banyak siswa yang mendadak dari siswa yang baik, yang sebelumnya nakal, berubah
menjadi pendiam. Ada yang rajin beribadah, seperti solat Dhuha dan sebagainya.
Ada hajat yang ingin diraih oleh siswa, yaitu kelulusan. Hal yang dilakukan
tersebut membuktikan bahwa manusia masih butuh Allah. Namun, di sisi lain ada
yang memikirkan bagaimana cara menyontek agar tidak ketahuan, cara membawa
kunci jawaban (bocoran) UN dan sebagainya. Tidak mungkin kan ada yang berdo’a
“Ya Allah semoga nyonteknya sukses, nggak ketahuan”?
heheheh.... cukup itu mungkin yang bisa saya share ke temen temen , adik adik :) semoga bermanfaat yaaa...?
jangan lupa berdo'a , belajar, dan minta do'a restu sama orang tua :)
GOODLUCK guys.... !! mangatttssss
created by : iin septiani :)
Langganan:
Komentar (Atom)